Free Essay

Kasus Pt Aam

In: Business and Management

Submitted By ElsandraJ
Words 2374
Pages 10
TELAAH KINERJA KEUANGAN: PT ANEKA ANDALAN MASSA
(PT AAM)*
*) Kasus ini berdasarkan kasus bisnis nyata, berdasarkan kesepakatan dengan direksi maka semua nama baik perorangan maupun perusahaan dalam kasus ini disamarkan

Prolog
Berkembangnya permintaan laser cutting di dunia usaha, membuat Bp.
Teddry selaku owner memikirkan untuk menambah mesin laser perusahaannya.
Hal ini karena adanya pemikiran untuk mengurangi idle time para konsumennya, mengurangi melimpahkan orderan ke pihak supplier lain yang pada akhirnya dapat menjadi ancaman buat perusahaan. Bp. Teddry berencana mengambil mesin dengan cara berhutang. Mesin laser cutting Trumpf Germany, Trulaser 3030 yang akan di ambil Bp. Teddry adalah mesin yang dijual oleh perusahaan Jerman sehingga Bp. Teddry merasa perlu melakukan feasible study terlebih dulu apakah memutuskan pinjam di bank lokal ataukah menerima tawaran leasing perusahaan di Jerman.
Langkah awal yang dilakukan Bp. Teddry adalah melakukan analisis kondisi keuangangannya untuk mengetahui kemampuan utangnya. Hal ini penting karena pinjaman dalam bentuk EURO. Risiko fluktuasi EURO juga akan mengakibatkan exposure terhadap aliran cash pembayaran utangnya. Lampiran 1 dan 2 menunjukkan laporan neraca dan rugi-laba dari PT AAM. Apakah PT AAM termasuk perusahaan yang sehat kondisi finansialnya? Kemampuan utang perusahaan menjadi salah satu isu yang mengangkat struktur modal dari perusahaan. Adapun struktur modal dari PT AAM selama ini tidak pernah menambahkan modal internal perusahaan, hal ini tampak dari neraca bahwa modal saham yang selalu tetap sama dari tahun ke tahun. Penambahan modal internal didapatkan perusahaan melalui penahanan laba yang diperoleh perusahaan. Selain itu perusahaan juga menggunakan utang dari pihak eksternal
(bank). Oleh karena itu, perlu adanya penggalian seberapa besar utang dalam struktur modalnya dan apakah masih mampu perusahaan menggunakan utang.
Penggunaan Pinjaman atau Leasing yang merupakan keputusan tepat bagi Bp.
Teddry?

1

Dibalik Layar PT AAM
Perusahaan pintu baja di Indonesia yang pertama dan satu-satunya menggunakan Laser Cutting Machine. PT. AAM didirikan pada tahun 1995 oleh
Bp. Teddry, berlokasi di Perkampungan di Jalan Pesapen Kali Surabaya. Pada tahap awal PT. AAM hanya memproduksi Panel Listrik dengan sejumlah
Karyawan 18 Orang digunakan untuk beberapa Industri. Seiring dengan pesatnya pembangunan sektor industri di Jawa Timur serta wilayah sekitarnya, membuka peluang dan memberi dorongan kepada organisasi ini semakin giat melayani kebutuhan konsumennya. Oleh karena itu PT. AAM memperluas variasi produknya, dengan menciptakan Produk Utama yaitu Steel & Fire Door yang kemudian dipasarkan di Sektor Industri, Mall, Apartement, Rumah Sakit, Power
Plan, dsb.
PT. AAM juga melakukan perluasan sebuah gedung yang berlokasi di Jl.
Dumar Industri A-5, Surabaya seluas ± 2500 m², yang kemudian digunakan sebagai Kantor, Gudang, dan sekaligus tempat Produksi. Saat ini jumlah
Karyawan yang dimiliki adalah sekitar 83 Orang di Pabrik, dan 20 Orang di
Proyek, Total mencapai +/- 100 Orang Pekerja. Dan fasilitas yang dimiliki semakin bertambah yaitu dengan adanya Laser cutting, Mesin Bending L-V-Dies, serta Robot Wellding dan akan terus dikembangkan sesuai tuntutan pasar dan produktifitas AAM.
Pertumbuhan dunia bisnis yang cepat yang diiringi perkembangan hightech membuat PT AAM yang berdiri sejak Tahun 1995, selalu berusaha memenuhi kebutuhan dan memberi kepuasan para pelanggan dengan produkproduk pintu besi laser cutting dan produk metal atau stainless laser cutting yang bermutu, memiliki kualitas estetika dan dengan proses produksi yang tepat waktu.
Demi meningkatkan kualitas perusahaan PT. AAM melakukan beberapa hal yang bersifat continue improvement, yaitu; peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kapasitas produksi, peningkatan efisiensi, ketepatan waktu produksi dan peningkatan kualitas mutu produk. Semua itu dilakukan demi memuaskan pelanggan kami. AAM Steel & Fire Door adalah sebuah jawaban untuk

2

memenuhi permintaan segala desain dan dimensi pintu baja. Dengan bebas biaya konsul teknik, para pelanggan dapat mempercayakan kepada keahlian dan pengalaman PT. AAM yang mana dapat mengurangi biaya dalam concept, drawing, dan engineering.
Pak Teddry menyadari bahwa karakteristik yang khusus dalam bisnis yang digeluti PT AAM. Hampir 75% penjualan PT AAM bersumber dari kontrak pembelian dengan periode bulanan, sehingga seringkali pembayaran atas kontrak belum bisa terjadi dalam periode yang panjang sampai proyek dari konsumen terbayarkan oleh owner proyek. Hal ini menyebabkan kemampuan penagihan piutang PT AAM membutuhkan penanganan yang lebih baik. 25% penjualan dalam bentuk unit yang lebih banyak melayani pembelian retail dengan pembayaran yang cepat.

Industri Laser Cutting
Meningkatnya

kreativitas

dan

inovasi

baru

yang

dikembangkan

masyarakat Indonesia, ternyata mendorong kemunculan industri kreatif di berbagai penjuru nusantara. Bahkan secara sengaja Pemerintah Indonesia mulai mensosialisasikan ekonomi kreatif guna mengurangi angka pengangguran yang cukup besar di negara kita.
Layanan jasa laser cutting kini menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan di indurstri kreatif. Desain yang dulu tidak mungkin dikerjakan dengan mesin karena terlalu berukir dan banyak lekuk, dengan adanya laser cutting hal tersebut menjadi mungkin dikerjakan. Sebagai contoh bila anda yang ingin memotong corak batik ataupun membuat bentuk yang bagus pada permukaan besi hitam maupun tembaga. Laser cutting mampu melakukan hal tersebut. Dengan kecanggihan teknologi dan peralatan tersebut, alat tersebut juga mampu menciptakan huruf timbul di papan besi sebagai sarana untu promosi bisnis. Dewasa ini, perlu sesuatu yang unik dan menarik yang dibuat supaya bisa menarik minat para pelanggan, maka dari itu menggunakan layanan Jasa Laser
Cutting adalah ide yang brilian. Kini dengan semakin semaraknya perkembangan bisnis yang ada di Indonesia, menjadikan banyak orang menggunakan jasa laser

3

cutting baik itu untuk keperluan pengiklanan maupun membuat nama tempel untuk usaha restoran, kafe, papan nama kantor, jam, karikatur, dll.

Kredit atau Capital Leasing?
Perkembangan bisnis laser cutting juga ternyata dilirik oleh PT AAM.
Bekal pengalaman perusahaan di industri metal akhirnya diperluas dengan ide ekspansi usahanya terkait dengan laser cutting untuk bahan metal. Keinginan tersebut direalisasikan dengan investasi pada mesin laser cutting. Pilihan mesin laser cutting diambil produksi Jerman karena Jerman memiliki mesin hi-tech yang sudah terbukti baik dan handal dibandingkan dengan mesin-mesin produksi Cina.
Untuk membeli mesin laser cutting, PT AAM memerlukan dana sebesar
Rp.7 Milyar. PT AAM mendapatkan tawaran dari pihak perbankan di Indonesia untuk kredit dengan tingkat suku bunga sebesar 13%. Selain itu PT AAM juga mendapatkan tawaran dari pihak produsen mesin di Jerman untuk bisa mengambil mesin secara kredit. Pembelian mesin produksi Jerman tersebut dalam bentuk mata uang EURO, yang pada saat kontrak spot rate-nya adalah 1 EURO =
Rp.12.000,00. Pihak Jerman memberi kelonggaran PT AAM dapat mencicil pembeliannya selama 3 tahun. Pinjaman dari pihak Jerman serupa dengan capital leasing, dimana awalnya PT AAM sewa namun nanti akhirnya dapat memiliki mesin yang disewanya. Hal ini bisa dilaksanakan karena pada waktu itu ada kebijakan dari pemerintah Jerman untuk perusahaan-perusahaan Jerman dapat meningkatkan penjualannya agar perekonomiannya naik.

Kebingungan dan Kebimbangan PT AAM
PT AAM perlu melihat kemampuan utang-nya untuk menentukan pilihan pendanaan yang digunakan. Perlu kemudian melakukan analisis secara tepat dengan berbagai alat analisis rasio untuk melihat kinerja keuangannya.
Berdasarkan Lampiran 1 dan 2, terdapat peningkatan fixed asset tahun 2011 sebesar 294% dari tahun 2010 karena adanya penambahan mesin baru terutama cutting, bending, dan laser. Biaya depresiasi juga sama meningkat sebesar 62% dari tahun 2010. Total aset tahun 2011 meningkat secara signifikan sebesar 93%

4

dari tahun 2010, hal ini juga mendorong peningkatan pendapatan komponen sebesar 113% dan secara keseluruhan pendapatan meningkat sebesar 40% dibandingan tahun sebelumnya yaitu tahun 2010.
Investasi pada mesin juga menunjukkan kemampuan PT AAM dalam mengelola ekspansi dan pertumbuhan penjualannya. Dengan adanya mesin laser yang baru maka periode yang akan datang, perusahaan memperkirakan terjadi kenaikan pendapatan sebesar 30%. Disisi lain, investasi pada mesin juga meningkatkan biaya HPP dan pemasaran sebesar 17% (2010 – 2011). Perusahaan memiliki kepercayaan dengan kemampuan menjaga efisiensi dalam biaya dan pendapatan akan didukung dengan adanya investasi mesin yang baru di tahun
2012.
Investasi tersebut juga meningkatkan aktivitas utang perusahaan.
Kewajiban bunga PT AAM memang mengalami peningkatan sebesar 121% dari tahun 2010 namun hal tersebut juga meningkatkan net profit sebesar 231% (2010
– 2011). Investasi baru pada mesin diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan ekspansi PT AAM dalam melayani berkembangnya idle market laser cutting dan bending terutama untuk wilayah Indonesia timur yang selalu mengalami peningkatan permintaan jasa tersebut sebesar 30% setiap tahunnya.
Kebingungan pak Teddry adalah pada pemilihan pendanaan yang tepat untuk investasi mesin ini. Pada awalnya beliau mengharapkan bisa memilih pendanaan yang sesuai dengan kinerja keuangan PT AAM karena secara umum kedua sumber pendanaan sudah menawarkan diri untuk mendanai investasi tersebut. Kebingungan dan kebimbangan pak Teddry akan menjadi tugas staf keuangan PT AAM untuk menentukan kelayakan peminjaman dan pemilihan alternative pendanaan berdasarkan kinerja keuangan perusahaan. Analisis rasio menyeluruh akan dibutuhkan untuk menelaah kinerja keuangan PT AAM dan selanjutnya mengetahui kemampuan kinerja keuangan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.

5

LAMPIRAN 1

NERACA PT AAM

PT AAM

PT AAM

NERACA
31 Desember 2009, 2010, dan 2011

BALANCE SHEETS
December 31, 2009, 2010, and 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2009

2010

2011

AKTIVA

ASSETS

AKTIVA LANCAR

CURRENT ASSETS

Kas & Bank

Rp

217,807,565.18

Rp

553,961,122.58

Rp

369,238,660.67

Cash and Bank

Piutang Usaha

Rp

4,213,635,789.98

Rp

5,026,408,914.61

Rp

5,041,037,590.98

Account Receivable

Persediaan Bahan

Rp

1,274,212,402.98

Rp

1,387,829,529.23

Rp

2,532,204,194.00

Supplies Raw of Materials

Work in Proces

Rp

900,959,055.67

Rp

1,250,223,055.67

Rp

2,159,441,728.16

Work in Process Inventory

Persediaan Barang Jadi

Rp

938,752,441.75

Rp

1,310,016,441.44

Rp

1,884,033,449.69

Inventories of Finished Goods

Biaya Dibayar dimuka

Rp

69,401,892.73

Rp

110,346,771.00

Rp

177,713,493.00

Prepaid Expenses

Jumlah Aktiva Lancar

Rp

7,614,769,148.29

Rp

9,638,785,834.53

Rp

12,163,669,116.50

Total Current Assets

AKTIVA TETAP

FIXED ASSETS

Harga perolehan revisi
Akumulasi Penyusutan revisi Rp

Jumlah Nilai Buku

Rp

4,327,734,749.80

Rp

(1,210,168,798.69)
3,117,565,951.11

4,686,020,164.91

Rp

(1,592,884,565.91)
Rp

3,093,135,599.00

14,381,844,857.33
(2,587,111,025.49)

Rp

11,794,733,831.84

Initial Investment
Accumulated Depreciation
Total Book Value

AKTIVA LAIN
Pembangunan fasilitas pabrik OTHERS ASSETS
Rp

114,410,940

Rp

156,981,558

783,064,776.90

Contraction of Plant Facilities

Renovasi Bangunan

Rp

49,033,260

Rp

67,277,810

335,599,190.10

Building Renovatioons

6

Amortisasi Aktiva Lainlain

Rp

(65,106,153.34)

Rp

Jumlah Aktiva Lain

Rp

98,338,046.66

Rp

TOTAL AKTIVA

Rp

10,830,673,146.06

Rp

(91,434,213)

Rp

(209,282,553.00)

132,825,155.00

Rp

909,381,414.00

Total Other Assets

12,864,746,588.53

Rp

24,867,784,362.34

TOTAL ASSETS

KEWAJIBAN DAN
MODAL

Amortization Other Assets

LIABILITIES AND
EQUITY

KEWAJIBAN

LIABILITIES

Hutang Dagang

Rp

1,512,616,468.96

Rp

1,528,612,252.19

Rp

1,305,013,310.41

Account Payable

Hutang Lain-lain

Rp

798,634,000.00

Rp

243,718,900.00

Rp

4,609,803,472.00

Others Payable

Hutang Bank

Rp

3,487,279,192.00

Rp

3,908,932,093.90

Rp

4,649,453,053.00

Bank Loans

Jumlah Hutang

Rp

5,798,529,660.96

Rp

5,681,263,246.09

Rp

10,564,269,835.41

Total Liabilities

Modal

EQUITY

Modal Saham

Rp

1,001,250,000.00

Rp

1,001,250,000.00

Rp

1,001,250,000.00

Stockholder Equity

Laba (Rugi) Ditahan
Laba (Rugi) Tahun berjalan Jumlah Modal dan Laba
(Rugi)

Rp

2,537,324,549.08

Rp

4,030,893,485.10

Rp

6,182,233,342.45

Retain Earnings

Rp

1,493,568,936.02

Rp

2,151,339,857.35

Rp

7,120,031,184.49

Current Profit (Loss)

Rp

5,032,143,485.10

Rp

7,183,483,342.45

Rp

14,303,514,526.93

Total Equity

Rp

10,830,673,146.06

Rp

12,864,746,588.53

Rp

24,867,784,362.34

TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY

TOTAL KEWAJIBAN
DAN MODAL

7

LAMPIRAN 2

LAPORAN L/R PT AAM

PT AAM

PT AAM

LAPORAN RUGI LABA
31 Desember 2009, 2010, dan
2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

INCOME STATEMENTS
December 31, 2009, 2010, and 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2009

2010

2011

PENDAPATAN

REVENUE

Penjualan Komponen

3,678,516,114.00

9,531,465,833.29

Component Sales

14,714,065,456.00

Penjualan Unit

4,483,086,714.89
17,552,679,604.81

21,419,474,361.28

Unit Sales

TOTAL PENDAPATAN
HARGA POKOK
PENJUALAN BARANG
DAGANGAN

Rp

18,392,581,570.00

Rp

22,035,766,319.70

Rp

30,950,940,194.57

TOTAL REVENUE

Rp

12,966,770,006.85

Rp

15,577,751,750.18

Rp

18,293,125,140.10

COST OF GOOD SOLDS

Biaya Operasional

Rp

1,818,108,966.27

Rp

2,115,090,858.18

Rp

2,133,090,753.57

Operating Expense

LABA KOTOR (EBIT)

Rp

3,607,702,596.88

Rp

4,342,923,711.34

Rp

10,524,724,300.90

GROSS PROFIT (EBIT)

BIAYA NON
OPERASIONAL

NON-OPERATING
EXPENSES

Biaya Pemasaran

Rp

1,306,858,603.42

Rp

1,287,328,096.02

Rp

1,511,723,535.88

Biaya Administrasi & Umum
TOTAL BIAYA NON
OPERASIONAL

Rp

613,280,003.91

Rp

632,123,584.64

Rp

1,057,845,356.32

Rp

1,920,138,607.33

Rp

1,919,451,680.66

Rp

2,569,568,892.20

PENDAPATAN (BIAYA)
LAIN

Marketing Expenses
General and Administrative
Expenses
TOTAL NONOPERATING EXPENSES
OTHER INCOME
(EXPENSES)

Pendapatan lain-lain

Rp

97,910,420.24

Rp

91,644,909.00

Rp

81,092,159.00

Beban lain-lain

Rp

(78,538,482.91)

Rp

(56,442,817.00)

Rp

(41,926,214.00)

Other Income
Other Expenses

8

TOTAL
PENDAPATAN(BIAYA)
LAIN
LABA (RUGI) Sebelum
Pajak
Pajak (25% x 50%) --> Pph pasal 25
LABA (RUGI) Bersih

Rp

19,371,937.33

Rp

35,202,092.00

Rp

39,165,945.00

TOTAL OTHER
INCOME (EXPENSES)

Rp

1,706,935,926.88

Rp

2,458,674,122.68

Rp

7,994,321,353.70

EARNING BEFORE TAX

213,366,990.86

307,334,265.34

874,290,169.21

Tax (25% X 50%)

1,493,568,936.02

2,151,339,857.35

7,120,031,184.49

EARNING AFTER TAX

9…...

Similar Documents

Free Essay

Kasus Korupsi Simulator Sim

...I. PENDAHULUAN Kasus korupsi mengenai pengadaan simulator SIM yang terjadi dalam Polri merupakan kasus yang terjadi sejak bulan April 2012, dan hingga saat ini penyelesaiannya masih belum tuntas walau pihak terkait sudah menahan beberapa tersangka dan menyelidiki beberapa pihak yang dicurigai. Kasus ini menjadi menarik bagi penulis karena bila dirunut secara singkat, kasus ini merupakan sebuah kasus korupsi sederhana yang menurut penulis bisa diselesaikan dalam kurun waktu yang lumayan singkat. Namun pada kenyataan dilapangan, kasus ini menjadi sangat dramatis karena ketidakmurnian kepentingan. Artinya adalah, kasus ini tidak selesai dengan cepat karena ditunggangi banyak kepentingan. Secara hukum, kasus ini sederhana, dimana diketahui apa penyebabnya, apa yang dipermasalahkan, siapa pelakunya, semuanya terungkap dan seharusnya secara hukum kasus ini bisa terselesaikan secara cepat. Namun dengan adanya 2 pihak yang sebelumnya bekerjasama dalam satu payung, yaitu polri dan KPK, memiliki kepentingan tersendiri dengan mengatasnamakan kepentingan institusinya, kasus ini menjadi rumit. Lalu selanjutnya, penulis akan membahas secara menyeluruh mengenai kasus ini. Mulai dari penyebab awal, kronologi, para tersangka, hingga solusi yang bisa ditawarkan untuk kasus ini sebagai pihak akademisi. Dan penulis juga akan membuat analisa tentang potensi kerugian dan kecurangan lain yang bisa timbul dari kasus dan proses perkembangannya serta pencegahan yang bisa dilakukan. Adanya......

Words: 2332 - Pages: 10

Free Essay

Supply Chain Management Sebagai Sumber Competitive Advantage Studi Kasus Di Pt. Nicholas Laboratories Indonesia

...SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SEBAGAI SUMBER COMPETITIVE ADVANTAGE STUDI KASUS DI PT. NICHOLAS LABORATORIES INDONESIA Oleh Ignatius Adisurya Kantus[pic] (120620120001) Program Pascasarjana Magister Akuntansi Unpad Abstrak Adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan menjadikan potensi bagi industri farmasi untuk menangkap peluang tersebut. Namun, disisi lain terjadi persaingan yang begitu ketat diantara industri farmasi sendiri. Di titik ini pentingnya penguasaan dengan baik dalam hal pengelolaan rantai pasok, baik dari hulu sampai pada hilirnya. Kekurangan persediaan produk jadi akan berakibat kehilangan penjualan, sedangkan kelebihan tertentu baik itu bahan mentah maupun produk jadinya akan terjadi penumpukan sehingga biaya pemeliharaan persediaannya pun menjadi mahal. Oleh karena itu, perusahaan farmasi perlu mengkaji strategi yang tepat untuk mencapai keunggulan kompetitif yang pada gilirannya terjaminnya keberlanjutan (going-concern) perusahaan dimasa datang. Kata kunci: Supply Chain Management, Competitive Advantage, Value Chain Analysis 1. Pendahuluan Persaingan global yang terus meningkat dari hari ke hari harus didukung peningkatan kualitas produk dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Di era globalisasi yang sangat kompetitif dewasa ini, desakan bagi perusahaan untuk menemukan cara-cara baru dalam menciptakan dan memberikan nilai tambah bagi konsumennya semakin kuat. Perusahaan dituntut untuk dapat menyampaikan produknya dengan......

Words: 3201 - Pages: 13

Premium Essay

Becoming a Pt

...schooling shouldn’t play a factor in choosing your career; it’s what you love to do so “you never have to work a day in your life.” Oakland University is one of the top 5 schools in Michigan for this program and that’s the main reason why I decided to transfer from Wayne State over to Oakland. I like competition and with this field growing how it is, I look forward to working hard to say I graduated PT school from Oakland University. After school, there’s even more requirements for where I wish to be when I become a certified physical therapist. According to Dawn Rosenberg McKay from About.com (2012), “All states in the US require physical therapists to be licensed. To become licensed you will have to take the National Physical Therapy Exam which the Federation of State Boards of Physical Therapy (FSBPT) administers.” Even when you graduate PT school and think you’re done with the whole education aspect of it, it is require for you take a state exam to become an actual certified Physical Therapist. This field is very competitive and takes a lot of time to get where you want to be but PT is growing around the state and country. According to McKay (2012), “The job outlook for physical therapists is excellent. This occupation is projected to experience faster growth, through 2020, than other occupations requiring at least a master's degree.” This creates a lot more opportunities for me to find the job I love right when I graduate school. Most people say “do what you love”......

Words: 1598 - Pages: 7

Free Essay

The Aam Aadmi Party

...AAP Background The Aam Aadmi Party (AAP) is a result of the two year long Jan Lokpal Movement which began as a fight of the common people against the biggest evil of the country- corruption. The movement resorted to several ways of protests like peaceful protests, courting arrests, indefinite fasting, several rounds of negotiations with the government etc. However, all these attempts went futile with the passing of modified version of proposed Jan Lokpal bill. Thus, with the aim of building a stronger system to tackle corruption, the movement leaders resorted to the way of action i.e. entering politics thus forming the Aam Aadmi Party. AAP does not claim to be 100% honest but does promise of creating a system which would withstand corruption at all levels of governance. Organizational Goals AAP argues that the country in its 60 years of independence has not achieved the dream of equal and just society as cited in the constitution. The Neta/leaders have enslaved the country and merely replaced the british according to AAP. From the response of the public in the two years of lokpal movement, AAP has formulated its goals which are discussed in the following part of the report. The following points give a summary of its goals: • AAP’s main goal in its words is to create “People’s Rule – Creating Swaraj” in its true sense of word. • Make Politics a noble calling • Overhaul the three main pillars of India’s democracy: The Executive: o Create a system which makes the......

Words: 431 - Pages: 2

Free Essay

Kasus Materialitas

...PENGAUDITAN I KASUS MATERIALITAS OLEH KELOMPOK 9 NI LUH LEMI SUSHMITA DEVI 1206305091 LUH YULISKAYANI 1206305098 LUH WULAN PERMATASARI 1206305163 PUTU AYU AGNES VERIANA 1206305178 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2014 KASUS 7-31 Berikut ini adalah enam situasi yang melibatkan model risiko audit sebagaimana digunakan untuk perencanaan persyaratan bukti audit dalam audit persediaan. SituasiRisiko123456Risiko audit yang dapat diterimaTinggiRendahTinggiRendahTinggiSedangRisiko bawaanTinggiRendahRendahTinggiSedangSedangRisiko pengendalianRendahTinggiRendahTinggiSedangSedangRisiko deteksi yang direncanakan−−−−−−Bukti direncanakan−−−−−− Diminta : Jelaskan arti rendah, sedang, tinggi untuk setiap empat risiko dan bukti direncanakan. Isi bagian kosong untuk risiko deteksi direncanakan dan bukti direncanakan menggunakan istilah rendah, sedang, atau tinggi Jelaskan dampak dari bukti direncanakan (meningkat atau menurun) dari mengubah setiap lima factor berikut ini, ketiga hal lainnya tetap tidak berubah. Sebuah peningkatan dalam risiko audit yang diterima Sebuah peningkatan dalam risiko pengendalian Sebuah peningkatan dalam risiko deteksi direncanakan Sebuah peningkatan dalam risiko bawaan Sebuah peningkatan dalam risiko bawaan dan sebuah penurunan dalam risiko pengendalian dengan jumlah yang sama. Jawab : Semakin kecil risiko bawaan dan risiko pengendalian yang diyakini oleh auditor, semakin besar risiko deteksi yang......

Words: 579 - Pages: 3

Free Essay

Kasus Pajak

...atau jumlah rugi menurut penghitungan PT. ABC dengan disertai alasan-alasan yang menjadi dasar perhitungan (ayat 2). 3. satu surat Keberatan diajukan hanya untuk satu Surat Ketetapan Pajak, untuk satu pemotongan pajak, atau untuk satu pemungutan pajak. 4. PT. ABC telah melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit jumlah yang telah disetujui PT. ABC dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan. 5. Diajukan dalam jangka waktu tiga bulan sejak tanggal dikirim Surat Ketetapan Pajak, atau sejak tanggal pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga kecuali PT. ABC dapat menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaaan diluar kekuasaan PT. ABC. 6. Surat Keberatan ditandatangani oleh PT. ABC, dan dalam hal Surat Keberatan ditandatangani bukan oleh PT. ABC, Surat Keberatan tersebut harus dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus. 2. Menyikapi STP PPN Masa Januari-Desember 2011 Jawaban: PT. ABC berdasarkan UU KUP No 28 tahun 2007 pasal 16, dapat melakukan permohonan pembetulan (dalam hal ini pengurangan atau penghapusan). Surat Tagihan Pajak disertai alasan mengenai kekeliruan yang dilakukan fiskus menurut PT. ABC. Dalam hal ini PT. ABC dapat memberikan alasan mengenai kekeliruan mengenai penerapan sanksi administrasi atau kekeliruan dalam pengkreditan pajak. Dirjen Pajak memiliki waktu 6 bulan untuk memutuskan permohonan PT. ABC, dimana jika 6 bulan telah terlampaui dan belum ada keputusan, maka permohonan PT. ABC dianggap......

Words: 1556 - Pages: 7

Free Essay

Kasus Telkom

...KASUS TELKOM KAP EDDY PIANTO VS PWC Eddy Pianto Simon. Di kalangan auditor, namanya belum seterkenal Hans Tuanakota, Hendrawinata, atau Hadi Sutanto. Sejak awal Juni lalu, nama Eddy Pianto mencuat bersamaan dengan penolakan SEC (Securities and Exchange Commission), Bapepam Amerika Serikat terhadap Laporan Keuangan (LK) 2002 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). “Saya sering dengar namanya, tetapi saya belum pernah bertemu. Saya tidak kenal dia. Teman-teman, saat saya tanya juga, mengaku tidak kenal,” kata seorang auditor senior yang sudah malang-melintang dalam bisnis audit di Indonesia selama 30 tahun lebih. Eddy Pianto memiliki KAP yang bermarkas di Muara Karang, Jakarta. Salah seorang stafnya mengatakan, jumlah karyawan KAP Eddy Pianto ada cuma 15 orang. “Semuanya auditor,” katanya. Dengan jumlah tenaga audit segitu, KAP ini memiliki banyak pekerjaan audit. Diantaranya adalah PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, (INKP). Kedua perusahaan ini listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Tetapi TLKM adalah perusahaan yang dual listing, baik di BEJ maupun di New York Stock Exchange (NYSE), yang aturannya jauh lebih rumit ketimbang aturan di bursa Indonesia. Selain itu, BUMN telekomunikasi itu termasuk besar dari segi aset dan market capitalization, memiliki kantor yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pendapatan utama berasal dari pulsa yang dicatat secara computerize. “Hebat. KAP Eddy Pianto bisa menerima pekerjaan......

Words: 3510 - Pages: 15

Free Essay

Pt 1420

...PT 1420 Student Name:__________________ Introduction to Programming Winter 2014/2015 Instructor: Martin Remmele Unit 7 Homework Assignment Due by end of first break February 10, 2015 Learning Objectives and Outcomes NOTE: This section lists concepts and techniques to be understood from this unit. The actual assignment that you are to complete is found in the next section: “Assignment Requirements”. * Be able to Use pseudocode/flowcharts to represent repetition structures. * Be able to Create While, Do-While, and Do-Until conditional loops. * Be able to Describe the implications of an infinite loop. Assignment Requirements Complete the following exercises. An exercise that calls for an algorithm may be written in English as a series of steps. An exercise that calls for program statements may be written in a) the text’s pseudocode, b) your own preferred pseudocode notation or c) Visual Basic. (VB code can simply be typed into your Word document; it does not have to be created in the development environment.) The logic of the statements will be more important to the grade than the syntax. * Short Answer Review Questions 1-5, starting on page 213 (5 pts each) * Algorithm Workbench Review Questions 1, 2, 7, and 8, starting on page 213 (10 pts each) * Programming Exercises 1, 3, and 4, starting on page 214 (10 points each) Required Resources *...

Words: 310 - Pages: 2

Free Essay

Service Blueprint Dan Failure Mode and Effects Analysis Transportation Management System Studi Kasus: Pt Serasi Autoraya (Trac Astra Rent a Car)

...i UNIVERSITAS INDONESIA SERVICE BLUEPRINT DAN FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS TRANSPORTATION MANAGEMENT SYSTEM Studi Kasus: PT SERASI AUTORAYA (TRAC Astra Rent a Car) PROPOSAL TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Manajemen Muhammad Danial Aprian 1306420081 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta Desember 2014 ii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... iii DAFTAR TABEL ................................................................................................ iv BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1 1.2 Perumusan Masalah ...................................................................................... 5 1.3 Tujuan Penelitian .......................................................................................... 5 1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................................ 6 1.5 Batasan Penelitian .............................................................................

Words: 3304 - Pages: 14

Free Essay

Jawaban Kasus Livent

...Pertanyaan dan Jawaban Kasus 1. Identifikasikanlah factor risiko bawaan umum di dalam perusahaan yang terlibat dalam industri hiburan terhadap auditor independen mereka! Risiko bawaan umum yang ada pada Livent, Inc. sebagai berikut: a. Terdapat beberapa pejabat di perusahaan Livent terutama akuntansi merupakan mantan partner auditor Livent dan tentunya ini mempengaruhi pada setiap tindakan dan independensinya. b. Sudah tertanam sejak dari awal suatu perilaku curang pada pimpinan dari Livent itu sendiri yang tentunya akan berimbas pada semua keputusan yang diambil. c. Industri hiburan ini termasuk industri yang resikonya tinggi atau high risk. 2. Buatlah daftar dan deskripsikan prosedur audit yang spesifik yang tidak akan digunakan dalam perikatan audit biasa, namun diperlukan dalam audit terhadap perusahaan yang terlibat dalam produksi hiburan, seperti Livent. Prosedur audit yang diperlukan dalam mengaudit perusahaan bidang produksi hiburan yaitu: a. Memeriksa hasil notulen atau berita acara rapat perusahaan b. Melakukan review terhadap arus kas perusahaan dengan menelusuri laporan bank yang digunakan perusahaan c. Menentukan dan mengidentifikasi pihak ketiga yang mungkin ada pada perusahaan d. Melakukan tinjauan selanjutnya terhadap transaksi yang signifikan atau penting 3. Bandingkan dan bedakan tanggungjawab antara partner audit di KAP besar dengan CFO perusahaan publik terkemuka. Partner audit......

Words: 1215 - Pages: 5

Free Essay

Pt Komnas

... MM – 6021 Enterprise Risk Management Mid-Term Exam Student Name: Mirna Nurmeilasari Student ID: 29114866 1st Semester – 2015/2016 MASTER OF BUSINESS ADMINISTRATION School of Business & Management INSTITUTE TEKNOLOGI BANDUNG PT KOMUNIKASI NASIONAL, Tbk. ENTERPRISE RISK MANAGEMENT EXECUTIVE SUMMARY I. Objective PT Komunikasi Nasional, Tbk. atau yang lebih dikenal dengan sebutan KOMNAS merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berstatus perseroan terbuka dan bergerak di bidang informasi dan komunikasi (InfoKom/InfoCom). Perusahaan ini merupakan salah satu penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) terbesar di Indonesia. Tujuan kedepannya KOMNAS berharap mampu mengalahkan pesaingnya dan menjadi penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap terbesar di Indonesia. Dengan diloloskannya Sarbanes-Oxley Act menjadi perundang-undangan yang mewajibkan seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Saham New York untuk mematuhi US SEC (otoritas pasar modal Amerika Serikat), yang salah satunya adalah mengimplementasikan pengendalian internal perusahaan. Di tahun 2004, COSO mengeluarkan ‘Enterprise Risk Management – Integrated Framework’, sebagai pengembangan unsur-unsur pengendalian internal COSO framework. Dijelaskan ada 8 komponen dalam Enterprise Risk Management, yaitu: 1. Lingkungan Internal (Internal Environment), 2. Penentuan Tujuan (Objective Setting) 3. Identifikasi......

Words: 377 - Pages: 2

Free Essay

Kasus Pharmor

...ember). Akun ini akan membawa bahan hilang selama setahun dan untuk menghindari deteksi akan dilemparkan kembali ke toko individual akhir tahun di bawah berbagai galanya deskripsi. Coopers tidak menemukan rekening ember atau transfer kembali ke toko. ([130]) Dalam membaca kasus; dengan asumsi Coopers 'tidak di pada penipuan dan kita harus tahu pengetahuan bahwa mereka, satu-satunya hal yang tersisa untuk menyimpulkan bahwa orang-orang Phar-Mor mampu membaca Coopers' pikiran orang. Mereka tampaknya tahu apa Coopers akan memeriksa dan memastikan bahwa barang-barang yang disimpan Kosher; di sisi lain, akuntan luar melewatkan penipuan persediaan besar, yang mencapai keterlaluan proporsi. Apapun Coopers tidak atau tidak lakukan, sekali lagi tampaknya tidak menjadi masalah. Baik adalah Ini dan masalah apakah orang-orang Phar-Mor memiliki beberapa "rasa ketiga" atau bahkan beberapa telah menyarankan, bahwa mereka tidak dari planet ini, Coopers, polos dan hanya melewatkan penipuan persediaan yang super besar dan itu adalah bahwa . Dengan semua uang yang diambil, Penggugat logis berpendapat bahwa Coopers menatap penipuan di wajah dan berbalik cek lainnya. Tidak ada bukti yang pernah menunjukkan bahwa menjadi kasus, tetapi ditemukan bahwa produk kerja Coopers dalam banyak hal secara substansial mengobati. Kami akan kesalahan Coopers, jika kita menerima pernyataan mereka bahwa mereka tidak pernah melihat entri palsu, atau tidak akan pernah kembali sebuah re-memeriksa catatan......

Words: 7146 - Pages: 29

Premium Essay

Evaluasi Program Csr Pt. Nfi (Studi Kasus : Evaluasi Program Csr Agribisnis Pt. Nfi Ciawi)

...Arsyad Program Studi : Magister Ilmu Kesejahteraan Sosial Judul : “Evaluasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. NFI (Studi kasus : Evaluasi Program CSR Agribisnis PT. NFI Ciawi) Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program CSR Agribisnis PT. NFI di wilayah Bogor dengan komoditinya yaitu Srikaya, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Model evaluasi merunut dari Pietrzak (1991), meliputi evaluasi input, proses, dan outcome. Hasil penelitian menunjukkan dari input, dan proses cukup banyak ketidaksesuaian sehingga beberapa tujuan program tidak tercapai seperti rendahnya kompetensi petani dan turunnya jumlah partisipasi petani, meskipun penghasilan petani meningkat. Faktor pendukung program yaitu dukungan dari komisaris perusahaan, perkembangan ilmu teknologi pertanian, dan kebutuhan pasar terhadap komoditi srikaya yang luas. Faktor penghambat program dari internal yaitu keterbatasan jumlah tenaga pendamping, dan eksternal yaitu hama, musim, keterbatasan sumberdaya petani. Kata kunci: Program CSR, evaluasi input, process, outcome dan, agribisnis, pemberdayaan petani ABSTRACT Name : Fachry Arsyad Study program : Master of Social Welfare Title : "Evaluation of Corporate Social Responsibility (CSR) PT. NFI (Case study: Agribusiness Program Evaluation CSR PT. NFI Ciawi) This study aimed to evaluate the CSR program Agribusiness PT. NFI in Bogor with skrikaya as a commodity. The evaluation model was taken from Pietrzak (1991), includes the evaluation of......

Words: 281 - Pages: 2

Free Essay

Penanganan Dan Pengadaan Bahan Baku Sebagai Salah Satu Faktor Yang Mempengaruhi Usaha (Studi Kasus Di Pt Sido Muncul)

...suatu industri sehingga mampu meningkatkan daya saingnya di tengah kompetesi global yang semakin lama semakin ketat. Dalam makalah ini, kami menguraikan tentang pengadaan dan penanganan material dari PT Sido Muncul yang merupakan industri pembuat jamu tradisional yang terbesar di Indonesia. Trend kehidupan masyarakat yang semakin hari semakin mengarah pada penggunaan bahan-bahan alami yang tidak merusak tubuh maupun lingkungan (Back To Nature atau kembali ke alam) telah mendorong total permintaan pada produk-produk berbahan alami, termasuk dalam hal ini adalah penggunaan obat-obatan herbal dan jamu. Untuk Indonesia, yang sudah dikenal sebagai Mega Bio-Diversity, Mega Centre keanekaragaman hayati terbesar di dunia, dimana terdapat lebih dari 300.000 jenis tumbuhan, dimana lebih dari 7000 tumbuhan tersebut berkhasiat obat (90 % spesies tumbuhan di kawasan Asia ) mendorong PT Sido Muncul untuk terus menerus memantapkan diri sebagai produsen jamu dan obat herbal dan senantiasa melakukan perbaikan kualitas produk serta efisiensi untuk menjamin mutu dan keberlangsungan usaha di masa depan. 1.2. Tujuan 1. Menguraikan arti penting material (bahan baku) dalam suatu industri. 2. Menguraikan cara pengadaan dan penanganan bahan baku simplisia sebagai bahan baku utama produk jamu di PT Sido Muncul....

Words: 360 - Pages: 2

Free Essay

Kasus Monopoli Pln

...D. DEFINE THE PROBLEM/S Fakta penting yang terdapat dalam kasus monopoli PT.PLN ini adalah bahwa PT.PLN sebagai satu-satunya perusahaan listrik yang bergerak dalam bidang pengadaan listrik nasional sekaligus pendistribusinya, seharusnya mampu memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat dan mendistribusikannya secara merata. Stakeholders yang menjadi kunci pada kasus PT.PLN ini dapat dilihat pada ilustrasi berikut : Pemerintah Karyawan Pemegang Saham Konsumen Komunitas PT. PLN Dari iluatrasi bagan diatas, PT.PLN mempunyai tanggung jawab baik secara finansial maupun moral kepada pihak-pihak yang bersangkutan seperti kepada konsumennya yang merupakan professional interest, kemudian pada para pemegang saham yang dapat berupa professional dan personal interest, para karyawan pun mempunyai professional interest terhadap perusahaan, serta komunitas yaitu masyarakat luas dan pemerintah sebagai penguasa yang memiliki professional interest terhadap PT.PLN Masalah inti yang membutuhkan keputusan dalam kasus monopoli PT.PLN ini adalah bahwa PT.PLN memonopoli penentuan harga listrik yang harus dibayar masyarakat walaupun sekarang ini sudah ada 27 independent power producer di Indonesia. Yang kedua, kerugian yang dirasakan masyarakat ketika PT.PLN melakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008 dengan alasan defisit daya listrik yang semakin parah. Kedua masalah ini berdampak sistemik pada......

Words: 522 - Pages: 3

Camping-car (motor-home) Ford Transit CI international, 12/1993, 202250km | Temporada 5 | Colin Firth